Peraturan Permainan Sepak Bola

Posted on 20.38 In:


Peraturan Permainan Sepak Bola
  1. Permulaan Permainan. Untuk memilih tempat dan tendangan permulaan ditetapkan dengan undian menggunakan uang logam atau sejenisnya yang dilakukakan oleh wasit, kesebelasan yang memenangkan undian berhak memilih tempat atau tendangan permulaan.
  2. Lama Permainan.  waktu yang digunakan untuk bermain sepak bola terbagi atas dua babak, masing-masing babak 45 menit. Istirahat antara kedua babak adalah 15 menit (2 x 45 menit, istirahat 15 menit). Jika dalam pertandingan terjadi gangguan maka ditambah waktu perpanjangan tiap babak antara 1-5 menit.
  3. Bola di luar dan di dalam permainan. Peraturan Permainan Sepak bola menyangkut bola di luar apabila bola keluar atau di luar garis lapangan secara keseluruhan, baik menggelinding di tanah maupun melayang di udara  Yang dimaksud garis lapangan adalah garis batas samping, dan garis batas belakang lapangan.
  4. Lemparan ke dalam (trow in). Jika bola keluar dari garis samping lapangan, maka dilakukan lemparan ke dalam (trow in) dengan cara bola dilempar dengan kedua tangan di atas belakang kepala dan pelempar harus menghadap kepada daerah lemparan, kedua kaki harus menapak di tanah saat melakukan lemparan ke dalam. Catatan: lemparan ke dalam (trow in) tidak dapat langsung mencetak gol.
  5. Tendangan Sudut.  Tendangan sudut dilakukan apabila bola keluar melewati garis gawang/garis belakang (kecuali melewati antara dua tiang gawang, atau Gol) dan terakhir dimainkan oleh pemain bertahan. Tempat untuk melakukan tentangan sudut adalah sudut antara garis samping lapangan dan garis gawang atau garis belakang lapangan.
  6. Tendangan Gawang. Tendangan ini dilakukan apabila bola keluar melewati garis gawang (kecuali Gol..) dan terakhir dimainkan oleh pemain penyerang. Tendangan gawang dilakukan di daerah penjaga gawang.
  7. Tentangan Bebas (Free kick). Tendangan bebas terdiri dari 2 jenis yaitu: 1). Tendangan bebas langsung, yaitu bola dapat ditendang langsung ke gawang atau dapat mencetak gol langsung tanpa harus menyentuh pemain lainnya. 2). Tendangan bebas tidak langsung, artinya tendangan bola mati yang tidak dapat langsung mencetak gol, tetapi harus disentuh/mainkan oleh pemaian lainnya sebelum masuk ke gawang.
  8. Off Side. Seorang pemain berdiri off side, jika saat  bola dimainkan ia berada lebih dekat pada garis gawang daripada bola, kecuali:
  • Berada di bagian lapangan sendiri dari lapangan permainan
  • sekurang-kurangnya dua orang lawan yang lebih dekat dengan garis gawang
  • Jika bola paling akhir disentuh oleh pemain lawan.
  • jika ia langsung menerima bola dari suatu tentangan gawang, tendangan sudut, lemparan ke dalam, atau bola dijatuhkan oleh wasit.
Itulah Peraturan permainan sepak bola secara sederhana yang dapat saya sampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat, silahkan tulis komentar dan kritik saran tentang peraturan permainan sepak bola ini pada kolom komentar berikut.

CONTOH SURAT PEMINJAMAN TENDA

Posted on 20.35 In:
PEMERINTAHAN KABUPATEN DELI SERDANG
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 BERINGIN


No.       : 021/PMR054/02/2015                                                         Beringin,         Februari 2015
Lam     : 1
Hal       : Permohonan Meminjam Tenda                                                     



Kepada Yth.
Kepala Bidang Markas PMI Deli Serdang


di-
Tempat


Dengan Hormat,
Sehubung Dengan Adanya “PERKEMAHAN SABTU MINGGU ANTAR EKSKUL SMKN 1 BERINGIN” maka melalui surat ini kami bermaksud untuk meminjam tenda demi kelancaran kegiatan yang akan kami ikuti tersebut, yang diadakan pada:
Tanggal: 21- 22 Februari  2015
Tempat : SMKN 1 Beringin

Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini kami sampaikan 1 (satu) berkas Permohonan.  Demikian permohonan kami, atas perhatiannya & kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami

Ketua                                             Sekretaris                               


DION BASTIAN                          ARIYANA                        


Mengetahui:
Komandan PMR UNIT 054 SMK NEGERI 1 BERINGIN


PUTRA BAGINDA MAHARAJA

Disetujui:
Kepala SMK NEGERI 1 BERINGIN


ILYAS, M.Pd
Nip.196602131991031018





BY: WIRA ALMANIA RIZKA
PMR 054 SMK NEGERI 2 BERINGIN -  DELI SERDANG


Menyembuhkan Mata Minus

Posted on 20.31 In:


Hellooo gaess....
diantara kamu kamu kamu pasti ada kan mengalami hal sama seperti saya, yakni kurangnya penglihatan saat melihat benda jarak jauh atau biasa kita sebut mata minus.
saya ada tips ni untuk menyembuhkan mata minus, simak baik baik ya...
Menyembuhkan Mata Minus
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPraSRfQ9dIoaBYjG5HPng7V3_Vwp-Xi_-7U69WfojbUD-koSAIolIM9ne1uSP3HNLpCsLp_FA1UBlsRNZfOLI9SBgrDz31xdTq8z2vV7BkPc2Djh07flt1sLPW-kmtddbBOmZ19knq0GC/s1600/mata+minus.jpg

Sebenarnya ada banyak cara menyembuhkan mata minus, seperti dengan senam mata atau operasi lasik. Berhubung banyak orang yang tidak punya banyak waktu untuk sekedar senam mata, atau orang yang takut untuk operasi, berikut ini beberapa
cara mengurangi mata minus secara alami:
  • Lepaskan kacamata jika dirasa kurang diperlukan, seperti berada di ruangan yang sempit. Lakukan hal ini jika anda masih dapat melihat dengan jelas walau tanpa kacamata.
  • Latih mata untuk melihat objek yang jauh tanpa memakai kacamata. Sebagai contoh, anda dapat pergi ke sawah atau pantai karena tempat-tempat tersebut memiliki sudut pandang yang jauh dan luas.
  • Latih mata untuk melihat benda yang bergerak. Sebagai contoh, saat anda berada di jalan raya, amatilah motor yang berlalu lalang di depan anda. Telusuri dan perhatikan tiap gerakannya, usahakan bayangan yang terbentuk adalah utuh.
  • Mengobati mata minus dengan terapi daun sirih. Daun sirih dapat membantu menyembuhkan mata minus dengan cara alami. Caranya juga mudah, bersihkan daun sirih dan tempelkan di kelopak mata saat anda tidur. Lakukan terapi ini secara rutin.
  • Apabila anda bekerja menggunakan komputer, pastikan monitor anda bekerja dengan baik. Selain itu, setiap 30 menit melihat monitor komputer yang menyala, anda harus melihat objek lain seperti keyboard, atau memandang ke luar jendela.
  • Terapi lilin. Lilin juga memiliki manfaat untuk membantu mengurangi tingkat minus mata anda. Caranya sederhana, nyalakan lilin tersebut dan tatap lilin tersebut tanpa banyak berkedip. Usahakan jangan terlalu sering berkedip sampai banyak air mata yang keluar. Terapi lilin ini sederhana, namun cukup ampuh untuk mengurangi mata minus apabila dilakukan secara rutin.
  • Bersihkan mata secara rutin, bisa menggunakan tetes mata.
  • Memakai kacamata saat berkendara. Hal ini bertujuan agar mata anda tidak bersentuhan langsung dengan debu.
Saya hanya memberitahu cara pengobatannya menggunakan Daun Sirih:
  1. Ambillah daun sirih secukupnya (Minimal 4)
  2. Masukkan Daun Sirih kedalam air yang sudah mendidih
  3. Rebus daun sirih dan tunggu hingga agak layu
  4. Nah, silakan dinginkan dulu air dan daun sirihnya
  5. Kemudian tetesi sedikit dengan air daun sirihnya
  6. Jika sudah silakan olah ragakan mata dengan memutar mata kekanan/kekiri
  7. Terakhir, ambil daun sirih dan tempelkan pada mata dengan hansaplast 

    sekian..


Entity Relationship Diagram

Posted on 20.24 In:


ERD
Pengertian Entity Relationship Diagram
Menurut Janner Simarmata & Iman Peryudi (2005) “Entity Relationship Model atau yang lebih dikenal dengan Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu model data atau diagram untuk deskripsi tingkat tinggi dari model data konseptual”. ERD menyediakan notasi-notasi grafis untuk merepresentasikan model-model data dalam bentuk Entity Relationship Diagram. Model-model data tersebut biasa digunakan pada desain sistem informasi tingkat pertama, contohnya untuk mendeskripsikan kebutuhan informasi dan tipe informasi yang ingin disimpan pada basis data selama analisa. Notasi-notasi dasar pada Entity Relationship Diagram (ERD) :

                                    Entitas kuat

                                    Entitas asosiatif


 
                                    Atribut                                    


 
                                    Atribut bernilai
                                    Entitas lemah


 
                                    Relasi


 
                                    Relasi pengindetifik


 
                                    Atribut turunan
Tingkat paling dasar, basis data relasional ditampilkan sebagai suatu koleksi tabel-tabel berbeda yang mewakili setiap entiti yang ada. Hubungan atau relasi antar entiti juga menjadi bagian dari basis data. Suatu tabel terdiri atas baris-baris (rows) dan kolom-kolom (columns) yang kira-kira dapat disamakan dengan sebuah spreadsheet yang biasa dijumpai dalam aplikasi semacam Microsoft Excel atau Lotus 123. Sebuah baris mewakili kemunculan suatu entiti tertentu. Sebuah kolom pada baris tersebut memuat sebuah atom informasi (bagian tertentu dari informasi) tentang kemunculan entiti tertentu tersebut. Sesuai terminologi non-database suatu tabel dapat disamakan dengan file, suatu baris sebagai record, dan kolom sebagai field. Sebagai contoh, suatu tabel dapat berisi informasi tentang semua pelanggan dalam bisnis: sebuah baris untuk setiap pelanggan, dan sebuah kolom dapat berisi potongan informasi seperti nomor telepon si pelanggan.
Aturan RDBMS
Aturan desain untuk Basis Data Relasional yang Normal dapat dirangkum sebagai berikut:
1.     Suatu tabel dalam basis data hanya boleh memuat informasi secara spesifik untuk satu entiti tertentu saja.
2.     Setiap tabel harus memiliki sebuah primary key atau kunci utama yang unik sehingga setiap kemunculan entiti dapat dibedakan dengan yang lainnya. Primary Key harus merupakan salah satu dari kolom yang ada pada tabel dan boleh jadi terdiri dari beberapa kolom sekaligus.
3.     Urutan baris-baris dan urutan kolom-kolom dalam suatu baris tidaklah penting karena mereka dapat dilihat dari segala urutan yang diinginkan.
4.     Pertemuan (titik potong) antara suatu baris dan suatu kolom berisi sebuah potongan informasi. Titik pertemuan ini seringkali disebut sebagai suatu atribut. Atribut tidak dapat dibagi lagi (oleh sebab itu digunakan istilah atom) dan selalu ditampilkan sebagai suatu keseluruhan, walaupun dapat ditulis dalam sembarang format yang disukai.
5.     Semua informasi pada kolom tertentu haruslah memiliki jenis atau tipe yang sama, berbeda hanya pada nilainya saja.
6.     Tidak ada dua kolom pada baris yang sama yang memiliki jenis informasi yang sama; atau dengan kata lain: pengulangan field tidak diperbolehkan.
7.     Informasi pada kolom tertentu haruslah tergantung secara menyeluruh hanya pada primary key dari baris yang disebutkan. Suatu pengecualian diperbolehkan untuk suatu foreign key yang berisi primary key dari suatu baris di tabel lain yang terkait. Pada kenyataannya, “foreign key” merupakan cara tabel-tabel saling berhubungan satu sama lain.
Tabel-tabel dapat direlasikan satu sama lain dan dapat diakses seakan-akan mereka adalah satu gabungan tabel yang terdiri atas banyak kolom dan baris. Jumlah entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain disebut kardinalitas/ derajad relasi.
Jenis Relasi
Beberapa jenis relasi yang mungkin dari suatu tabel ke tabel yang lain, yaitu:
1.     One-to-one: Terdapat korespondensi satu ke satu antara baris-baris pada tabel pertama dengan baris-baris di tabel kedua. Jenis ini tidaklah teramat penting karena kedua tabel tersebut sebenarnya dapat digabung menjadi satu, namun kadangkala penting untuk alasan kinerja atau keamanan.
2.     One-to-many: Terdapat satu atau beberapa baris tunggal di tabel pertama yang memiliki relasi ke banyak baris di tabel kedua. Jenis ini mungkin merupakan jenis relasi yang paling umum dan sering digunakan.
3.     Many-to-one: Kebalikan dari one to many, dimana banyak baris di tabel pertama yang memiliki banyak relasi ke baris tunggal di tabel kedua. Kardinalitas one-to-many dan many-to-one dapat dianggap sama, karena tinjauan kardinalitas relasi selalu dilihat dari dua sisi (dari Himpunan Entitas A ke Himpunan Entitas B dan dari Himpunan Entitas B ke Himpunan Entitas A). Jadi pada penggambaran kardinalitas many-to-one, dimana Himpunan Entitas A ditempatkan di sebelah kanan dan Himpunan Entitas B ditempatkan di sebelah kiri, maka bila dijadikan one-to-many maka letak dari himpunan entitas tersebut dapat dibalik.
4.     Many-to-many: Setiap baris di tabel pertama dapat berhubungan dengan nol atau lebih baris di tabel kedua dan setiap baris di tabel kedua juga dapat memiliki hubungan dengan nol atau lebih baris di tabel pertama. Walaupun jenis relasi ini seringkali muncul, namun tidak ada software basis data yang ada saat ini yang mendukungnya secara langsung. Semua relasi many-to-many dapat dipecah menjadi dua relasi one-to-many dengan memakai sebuah tabel penghubung di antara keduanya. Satu baris di tabel pertama dapat berhubungan dengan banyak baris di tabel penghubung, dan satu baris di tabel kedua juga dapat memiliki relasi dengan banyak baris di tabel penghubung. Terkadang tabel penghubung dapat berisi informasi tertentu yang terkait dengan relasi tertentu yang dimiliki baris pada tabel pertama dengan baris pada tabel kedua. Berhubung tabel penghubung yang disebutkan diatas terlibat dalam relasi antar dua tabel yang berbeda, maka selanjutnya dapat dikatakan bahwa setiap tabel diperbolehkan untuk terlibat dalam banyak relasi. Saat semua tabel dan relasi telah didefinisikan, berbagai jaringan tabel-tabel yang saling berhubungan dapat dibuat dan dianggap sebagai satu tabel dengan menggunakan query. Suatu query dapat diandaikan sebagai suatu tabel virtual (tidak nyata) sebab bagi aplikasi ia terlihat sebagai sebuah tabel tunggal sederhana, namun pada kenyataannya ia tidak ada. Tabel, baris dan kolom dalam suatu query termasuk urutan-urutannya tergantung sepenuhnya pada kebutuhan dari aplikasi.


comments

Read more: http://blogsederhanawira.blogspot.com

taskphotshopwira.blogspot.com